9+ Kunci Rumah Tangga Bahagia, No 7 Wajib di Tiru!

By | Januari 12, 2019

Ini Kunci Rumah Tangga Bahagia, Perhatikan!

Sederet Artikel | Kunci rumah tangga bahaigia tidak ditentukan oleh kodrat manisia saja.

Semua orang pasti menginginkan keharmonisan dalam berumah tangga, baik itu keluarga miskin, kaya, pedagang, Tukang, Pejabat, Mentri maupun Presiden semuanya pasti menginginkan harmonisasi dalam berkeluarga.

Mengingat harmonisasi merupakan surga dunia yang mampu menghipnotis diri Anda menjadi lebih semangat dalam menjalani hidup.

Harmonisasi dalam sebuah keluarga kelihatannya saja mudah untuk diterapkan.

Memang jika diterapkan itu mudah, tetapi untuk mempertahankannya itu yang sulit.

Dalam artikel ini akan dibahas tentang rahasia dan kunci  rumah tangga bahagia.

kunci kelanggengan rumah tangga bahagia

Sebelum itu mari ulas tentang apa saja hal-hal yang dapat merusak harmonisasi dalam Rumah Tangga.

Beriku uraiannya:

Hal-hal yang dapat Merusak Harmonisasi Rumah Tangga

1. Kurang Komunikasi.

Kunci rumah tangga bahagia yang pertama adalah tentang Komunikasi.

Dimana komunikasi ini merupakan poin terpenting dalam berbagai hal.

Baik itu dalam sebuah organisasi, pekerjaan maupun kekeluargaan.

Tanpa komunikasi, miss komunikasi akan terjadi, dan hal ini dapat merusak suatu hubungan, bahkan hubungan suami istri dalam ikatan keluarga,

2. Tidak melakukan kewajiban sebagai suami, istri, maupun anak.

Kita tahu jika setiap pihak dalam berkeluarga mempunyai kewajiban, dan itu harus dilakukan oleh setiap pihak, jika tidak, maka jangan harap keharmonisan keluarga anda bisa bertahan lama.

3. Bohong dan Tidak Terus Terang dalam menyampaikan apa yang mau disampaikan.

Hal ini yang sering menjadi problema dalam suatu keluarga, oleh karena itu kita harus selalu jujur dan terus terang apa yang akan kita sampaikan.

4. Adanya Kesalahpahaman.

Kesalahpahaman sering terjadi, dan ini juga dapat merusak keharmonisasian dalam setiap keluarga, dan ini harus diantisipasi.

Dengan Hal-hal tersebut Anda tahu bahwa jika Banyak hal yang dapat merusak keharmonisasian sebuah rumah tangga, dan itu sangat membahayakan juga apabila sudah punya anak, iya kan? mau ditaruh dimana anak Anda nanti??

Hal Buruk yang terjadi bila Harmonisasi Rumah Tangga Rusak

1. Perpisahan

Wajar hal ini terjadi, karena kemungkinan terbesar hilangnya harmonisasi keluarga adalah berujung perpisahan.

2. Anak Terlantar

Bayangkan apabila sudah punya anak, mau bawa kemana anak lho?.

3. Penyesalan

Rasa menyesal akan tecipta setelah kejadian usai. Rasa ini patut diperhitungkan.

Hal-hal diatas pasti akan terjadi bila harmonisasi keluarga rusak, untuk mengatasi hal tersebut, dan juga untuk menjaga harmonisasi suatu keluarga diperlukan suatu tenaga dan usaha.

10 Kunci Rumah Tangga Bahagia

Terdapat 10 Kunci rumah tangga bahagia yang bisa anda terapkan pada keluarga Anda.

Mengingat kunci rumah tangga bahagia ini memang ditujukan kepada Anda yang memang ingin memiliki hubungan keluarga yang harmonis.

Berikut uraiannya:

kunci rumah tangga bahagia selamanya

1. Berusaha untuk saling mengenal dan memahami

Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain.

Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya.

Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.

2. Perasaan timbal-balik

Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya.

Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama.

Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya.

Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.

“Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama”

3. Saling menghormati

Saling menghormati merupakan kunci keluarga bahagia yang paling mudah.

Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya.

Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis.

Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.

4. Berusaha untuk saling menyenangkan

Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.

Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya.

Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri.

Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.

Begitupun sebaliknya.

Anda juga bisa baca artikel tentang 30 Keinginan Suami terhadap Istri.

5. Selalu Mengatasi persoalan bersama

Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan.

Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.

”Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif”

Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya.

Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama.

Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.

6. Berterus-terang

Kunci rumah tangga selanjutnya adalah Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian.

Dimana sikap terus terang merupakan kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan.

Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari.

Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.

7. Selalu Menerapkan Sikap Toleransi

Sungguh sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar.

Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya.

Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya.

Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.

“Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman”

Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela.

Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman.

Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya.

Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.

8. Sikap qana’ah

Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada(qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia.

Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri.

Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan.

Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan.

Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.

9. Kepedulian dan solidaritas

Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa.

Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya.

Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman.

Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.

10. Kearifan

Kearifan satu sama lain hingga pada situasi yang paling suram membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan.

Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu.

Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.

“masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi”

Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan.

Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai.

Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi.

Dengan 10 Tips tersebut, semoga dapat menjaga Harmonisasi rumah tangga anda, Demikian artikel tentang Kunci Rumah Tangga Bahagia,

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi anda.

Hal baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, terimakasih atas kunjungannya.

Jangan lupa share ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *